Thursday, October 6, 2011

lipstik mama

Anak perempuan kecil yang malang ini memberitahuka...n ibunya,"Mama, aku baru saja melukis memakai lipstik mama".

Ibunya yang mendengar hal itu lalu melihat lipstik mahal yang baru saja dibelinya telah tinggal setengah dan wajah dan tangan dan baju anak perempuan telah belepotan dengan lipstik tersebut. Dengan sangat marah, ibu itu mengamuk dan memukuli anak perempuan kecil yang malang tersebut tanpa menghiraukan tangisan dan jeritan dari mulut kecilnya.

Kemudian setelah berhasil melampiaskan emosinya, ibu ini baru sadar kalau anak perempuannya sudah gak bergerak lagi. Ia pun menguncangkan tubuh anaknya sambil menangis dan memohon agar anak perempuannya membuka matanya.

Tapi terlambat,..... jantung anak perempuan itu telah berhenti berdetak.
Dan saat sang ibu melihat ke seprei tempat tidur anaknya, disitu tertulis sebuah tulisan dengan tinta lipstik merah yang tertulis: "Mama, aku sangat mencintaimu".

Wednesday, September 28, 2011

Anak dan Ayahnya


Di suatu petang yg indah.. anak bertanya pada ayahnya…
Anak : Ayah, nak baju baru.
Ayah : 8A dulu.
Anak : Ayah, nak basikal baru.
Ayah : 8A dulu lah.
Anak : Ayah, nak handphone baru.
Ayah : 8A duluuu.
Anak : Ayah, nak jam tangan baru.
Ayah : 8A dulu.
Anak : Ayah…
Ayah : 8A dulu! Tak faham ke?
Anak : Errr… Nak mak baru.
Ayah : Bila nak??

Sunday, September 25, 2011

sayang bini


Tahukah Anda ketika kita berkata tidak?


Bahwa dalam hidup ada suatu perbuatan yang sia-sia tapi tak menghasilkan? Perbuatan itu adalah berusaha untuk selalu berkata “ya” untuk memuaskan orang lain. Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi sebuah cerita rakyat dari Eropa yang mengilustrasikan hal ini dengan sangat baik. Selamat membaca!
Di suatu pagi hari yang cerah, seorang penggiling tepung dan anaknya pergi untuk menjual hasil gilingannya ke kota. Anaknya menunggangi keledai sementara ayahnya berjalan di sisi keledai itu.
Di perjalanan mereka bertemu dengan seorang dari desa sekitar. Orang itu berkata “Kamu seharusnya malu dengan dirimu sendiri!” Katanya dengan nada merendahkan. “Kamu duduk dengan nyamannya sementara ayahmu yang sudah berumur harus berjalan. kamu tidak punya rasa hormat!” Dengan malu-malu, sang anak dan ayahnya saling menatap dan bertukar tempat dengan rasa malu.
Ketika mereka melanjutkan perjalanan, seorang tua menghardik mereka. Katanya “Bagaimana kamu ini? Duduk dengan nyamannya di atas keledai sementara anakmu kesulitan mengikutimu. Lihat!” Akhirnya sang ayah memutuskan untuk menunggangi keledai itu bersama dan melanjutkan perjalanan.
Tak lama kemudian, datanglah seorang wanita dari arah sebaliknya. Dia juga menemukan kesalahan pada pengaturan tersebut. “Aku tak pernah melihat kekejaman seperti ini! Kalian berdua terlalu berat untuk keledai yang malang tersebut. Dasar pemalas! Akan lebih pantas bila kalian berdua yang membawa keledai itu dan hasil gilinganmu.”
Karena tak ingin mengecewakan wanita itu, sang ayah memerintahkan anaknya untuk mengikat kedua kaki keledai tersebut. Sementara ia memotong sebuah batang yang panjang dan kuat untuk membawanya. Mereka berdua kemudian meyisipkan batang tersebut diantara kaki-kaki keledai yang kini sudah terikat. Mereka membawanya seperti orang suku yang baru mendapatkan tangkapan dan melanjutkan perjalanannya ke kota.
Ketika mereka menyebrangi sungai, keledai mereka ketakutan melihat pantulan dirinya di air sungai yang belum pernah dilihat sebelumnya. Keledai itu mulai meronta-ronta dengan sangat kencang dan menyebabkan kedua pemiliknya kehilangan kesimbangan dan melepaskan pegangan mereka.
Keledai itu terjatuh ke sungai dan tidak bisa berbuat apa-apa karena masih terikat. Singkat kata, keledai itu mati terseret arus air dan tenggelam. Sedangkan kedua pemiliknya hanya melihat dengan pasrah.
Moral of the story: After a moment of silent reflection, the father turned to the boy and spoke:  “Son, we learned a valuable lesson today. We learned that when you try to satisfy everyone, you end up losing your ass*.”
Moral dari cerita: Setelah terdiam dan merenung beberapa saat, sang ayah berpaling ke anaknya dan berkata: Nak, kita mendapat pelajaran berharga hari ini. Kita belajar bahwa; ketika kamu berusaha untuk memuaskan semua orang, kamu akan merugikan diri sendiri.”

Thursday, September 22, 2011

hari jadi ke 17



Seorang anak bertanya pada ibunya.
Anak : Mama, bila harijadi saya ke-17 nanti, boleh buat pesta dirumah?
Mama : Boleh…boleh..Nanti mama akan aturkan.
Anak : Ma, ..boleh saya mengajak kawan-kawan saya sekali?
Mama : Boleh, ..nanti mama uruskan jemputannya.
Anak : Ma.., boleh saya pakai baju baru berwarna pink tak?
Mama : Boleh…boleh, nanti mama belikan.
Maka tibalah harijadinya yang ke-17 itu, berpestalah dirumahnya, kawan-kawannya sudah datang, anak itu memakai baju barunya dan kembali bertanya pada mamanya.
Anak : Ma..boleh saya pakai lipstick tak?
Mama : Tak boleh!
Anak : Alah…..mama, pada harijadi ke-17 ini kan terjadi cuma sekali dalam hidup, takkan pakai lipstick pun tak boleh…
Mama : Tidak boleh.! Kamu boleh adakan pesta, kamu boleh menjemput rakan-rakan kamu, kamu boleh pakai baju pink baru itu, tapi kamu tidak boleh pakai lipstick
Anak : Alaaaa ….boleh la mama………, please…..
Mama : Azwan!!!!! kali ini mama tidak mahu berkompromi… TIDAK BOLEH, kamukan Lelaki!

ragam anak murid


Wednesday, September 14, 2011

sabo je lah


Ada 3 sekawan bernama Gaduh, Gila & Bendul. Ditakdirkan Gaduh hilang.
Bendul pun membuat laporan polis.
Bendul : Encik, I nak cari Gaduh.
Polis : Isk.. apa?? U ni Gila ke ?
Bendul : Uik mana Encik tahu kawan I Gila ?
Polis : Adoi. apa la si Bendul ni nak ?
Bendul : I mmg Bendul. Tapi saya nak cari Gaduh !
Polis : Sabor Je Lah...